Dexa yang mengusung produknya dengan OGBDexa, saat ini telah memiliki 90 item produk yang terdiri dari sediaan oral (tablet, kapsul, sirup), sediaan injeksi (ampul, vial, infus), maupun sediaan tropikal (krim), sementara sejak dicanangkan pemerintah, jumlah OGB kini telah mencapai lebih dari 455 item. Kenyataan ini agak mengherankan, mengingat pemerintah yang gencar mengkampanyekan pemakaian obat generik tapi ternyata produksinya belum dikuasai negara.
Sejak krisis global yang mengakibatkan kurs dolar mengalami lonjakan, beberapa BUMN farmasi telah menderita kerugian miliaran rupiah akibat selisih kurs dollar, karena pasokan bahan baku yang dilakukan pada tahun sebelumnya, menjelang jatuh tempo mengalami perubahan harga yang sangat signifikan. Hal ini membuat ketersediaan dana cash tergerus sehingga produksi obat terhambat, sementara untuk menghentikan produksi akan memukul kerugian yang jauh lebih hebat dari sisi pabrik, disamping komitmen terhadap masyarakat untuk menyediakan obat-obatan yang terjangkau. Ini baru sekian masalah yang membayang dari seribusatu masalah yang akan dihadapi BUMN farmasi.
sumber: majalah pharmabiz indonesia
Posting Komentar