Sejumlah rumah sakit besar mulai gencar berinvestasi alat-alat kesehatan (Alkes) berteknologi canggih. Filosofinya tak lain untuk menekan “gaya hidup” berobat ke luar negeri, dengan dalih kecanggihan peralatan medis serta kualitas layanannya. Marilah kita ambil beberapa contoh rumah sakit besar yang mengadopsi peralatan canggih untuk men-support kebutuhan akan pelayanan kesehatan. Mereka antara lain adalah RS Honoris, Siloam Gleneagles (Lippo group), Mitra Keluarga, Metropolitan Medical Centre (MMC), Medistra (Astra Group), Graha Medika, Ongkomulyo Medical Centre (OMC), dan sebagainya.
Pasar Alkes Indonesia
Asisten Deputi urusan Perkembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT), Dr. Roy Sparingga MAPPSc menggambarkan, pasar Alkes elektronik di tanah air masih dikuasai impor (80-85 %), alat dan bahan habis pakai (consumables) 55 %, sedangkan instrumen medis (hospital furniture) hanya 5-10 % dari total bisnis alkes Indonesia.
Ketua Asosiasi Industri Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), Ade Tarya Hidayat, menambahkan, “Pasar Alkes global dunia US$ 180 miliar, Amerika Serikat (AS) US$ 85 miliar, pasar Asia (kecuali Jepang dan Tiongkok) US$ 18 miliar, dan pasar Indonesia US$ 1,7 miliar.”
Kondisi tersebut menggambarkan, betapa industri alkes memiliki progress peningkatan dan kehadirannya selalu ditunggu. Bila pun ada keterbatasan teknologi dan daya saing yang rendah, hal tersebut bukan lantas mematikan produktivitas pebisnis peralatan medis lokal. Hanya saja, kualitas perlu dikedepankan untuk mengejar ketinggalan mutu dibandingkan dengan barang-barang impor.
sumber: majalah pharmabiz indonesia
Posting Komentar